hm…. suatau ketika, persahabatanku mempertemukan aku dengan salah seorang teman. Awalnya persahabatan kami baik-baik saja, aku memang sengaja tidak terlalu mengakrabkan diri dengannya ya sebatas teman biasa saja. Tulisan ini semoga tidak menjadi ghibah atau malah membuat pembaca mendeskreditkan dia, kamu yg baca tulisan ini juga merupakan seorang teman kan? jadi supaya tidak menjadi teman seperti ini.
Udah setahun lebih kenal sama dia. Baru gw sedikit banyak mengerti sifat aslinya. Suatu ketika, dia ngomong kekurangan gw (menurut dia) di depan teman2 ( dia orgnya rasis sih!). Hal ini bukan merupakan suatu kekurangan buat gw sebenarnya. Tapi dari nada bicaranya aja keliatan dia benar-benar mengekspose hal ini. dia mulai memojokkan, aku tetap sabar bersikap positif thinking. Y udah, sejak itu aku tau pandangan dia terhadapku. Aku jadi semakin biasa2 aja ke dya.
Kali kedua dia bersikap seperti itu ke gw. Biarlah, gak perlu diladeni. Tapi anehnya orang seperti ini kalo ada perlu, diantara sekian banyak teman yang dia kenal, minta tolong ke gw. Ato kalo dia lagi ada masalah dengan teman yang lain minta tolong ke gw. Tapi di lain kesempatan saat dia merasa gak butuh gw dia kembali memojokkan gw. Sebenarnya aku bisa aja menunjukkan kekesalan ke dia saat itu juga. Hah, sori gw org Medan. Kalo uda kesal bisa gak ketolongan kesalnya. Tapi, aku gak mau aja menyakiti dia. Kayaknya aku jadi pelampiasan akan kekurangan-kekurangan dia. Gw pengen teriak ke dia. Orang kayak lw ke neraka aja sendirian. Ayo tahan amarah!!
Hah… emang gw co apaan?? aku sebel banget sama temen kayak gini. Manusia kedua yang gak mau gw temui setelah manusia kanibal (jangan nyebut nama). Pengennya sekali- kali enggak bantu dia. Ngapain ngerepotin diri sendiri buat temen yang tidak berarti seperti ini. Kesssel bgt. Gw benci orang rasis, suka meremehkan orang lain, suka merendahkan orang lain. Gak banget deh. Jijik deh.
Temen-temen jangan jadi temen seperti ini ya…
^_^
emang susah…
tapi…
insyaAllah kalo antum tetep baik sama dia, malah bisa bikin dia enggak lagi “orang rasis, suka meremehkan orang lain, suka merendahkan orang lain.” , semua kan jadi tabungan tak terkira indahnya di kampung akhirat kelak…tabungan menuju syurga-Nya, yang sama sekali tak sebanding dengan dunia fana ini-yang membuat kita sering merasa terasing-…
keep smile aja ham didepan orang2 seperti itu. diam dan jangan lihat dia kalo gak tahan beneran. biarlah rasa kecewa kita atas sikap mereka menjelma menjadi embun, jangan biarkan jadi nila.
emang kelihatannya susah…
tapi sesungguhnya tiap2 kita bisa…
http://sangprofesor.wordpress.com/2007/11/11/si-bebal/
kawan,
doakan saja dia agar dia dianugerahi….CINTA…aamiin…
keep fight, keep smile, semangat!!!
Yup bener yang dibilang risma, Ingat kisah Rasululllah SAW yang ketika beliau sedang berjalan, beliau dilempari kotoran hewan dan manusia,diludahi,dsb. Namun ketika pada suatu hari orang tersebut tidak melakukan kekejian yang sama pada Rasul, beliau malah heran, kemana orang yang selama ini melempari aku dengan kotoran? Lalu kemudian beliau tau bahwa orang tersebut sakit, lalu beliaupun menjenguknya, Seketika itu juga orang yang melempari kotoran itu menangis karena kelembutan hati Rasulullah. Dan oleh karena itu orang tersebut langsung mengucap dua kalimat syahadat (Masuk Agama Islam yang suci).
Prinsipnya : Semakin kita ikhlas ketika orang lain menghina kita atau membicarakan kejelekan kita, Maka InsyaAllah kita akan memperoleh pahala dariNya, dan mendapat pertolongan di hari dimana tiada pertolongan selain pertolongan Allah SWT, tanpa kita sadari.
Ilmu Ikhlas emang susah untuk diterapkan, apalagi kita sebagai manusia biasa. Namun bukan tidak mungkin kita mampu melaksanakannya.
@tifta
Thx Tif uda ngingetin. dan berkunjung ke blog saya
hahaha
@risma
Makasih juga, mungkin aku keliatan emosi pasa nulisnya
aku dah gak marah ke dia. cuma ambil sikap preventif aja.
gak bakal jalan breng dia kcuali kepaksa.
gw juga sekarang sdang berhadapan dengan tipe orang seperti itu, (manis buanget didepan, dibelakang menghasut yang lain agar ikutan benci ).
sebisa mungkin ga usah dibales, orang seperti itu cukup kita KASIHANI saja. Mungkin dia gak punya apa apa lagi untuk dibanggakan atau dari kebanyakan yang gw analisa, tipikial manusia seperti itu tuch, manusia yang gak punya kemampuan apa apa, alias otaknya gak ngisi, jadi hanya bisa menilai dan menilai kesalahan orang lain dan gak menyadari kekurangan dirinya. MAKLUMI saja, namanya juga manusia gak punya ilmu.
makanya ada kata pepatah, ” banyak makan ati jika berdekatan dengan orang yang gak sukses’” dalam arti kita pasti termakan hasutannya, keluhan2 gak pentingnya, kebenciannya, rasisnya, dengkinya, pikiran negatifnya, dls…
yu, sama sama belajar ikhlas,….Tuhan gak pernah tidur..